Padang — Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatera Barat menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan seminar nasional bertema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional” pada Selasa, 27 Oktober 2026, bertempat di Ballroom Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat.
Mengawali prosesi pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 ,Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi., S.P., M.iM dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat (M. Abdul Majid Ikram) mengawali acara pelantikan dengan menekankan pentingnya peran IAEI dalam pengembangan pemikiran, kebijakan, dan praktik ekonomi Islam di Sumatera Barat.
Selanjutnya, Dr. Sutan Emir Hidayat (Sekretaris Jenderal DPP IAEI) pada kesempatan ini mengukuhkan beberapa nama-nama sebagai pengurus IAEI DPW SUMBAR yaitu:
- Ketua Umum : Prof. H. Ahmad Wira, M. Ag., M. Si., Ph. D.
- Ketua I Bidang Bidang Penguatan Lembaga dan Jaringan : Ali Rahman SH. MH. CMD
- Ketua II Bidang Pendidikan : Prof. Dr. H. Rizal, M.Ag, CRP., SS
- Ketua III Bidang Penelitian: Prof. Dr. Hj. Hesi Eka Puteri., SE., M.Si
- Ketua IV Bidang Pengabdian Masyarakat : Dr. Hj. Yenti Afrida. M.Ag., CHRA
- Sekretaris : Ivo Sabrina, SE.i, ME.Sya
- Bendahara: Musfi Yendra, S.IP, M.Si, C.Med
Rangkaian kegiatan seminar nasional yang membahas strategi pengembangan ekonomi pesantren dan pariwisata halal di Sumatera Barat menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Assoc. Prof. Rifki Ismal, Ph.D., (Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Fauziah Fauzan El Muhammady, S.E., Akt., M.Si., (Pimpinan Diniyyah Puteri Padang Panjang), Ir. Hj. Mirna Rafki, M.M., (Pimpinan Tazkia Tours and Travel) .
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi IAEI Sumatera Barat untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, IAEI berupaya mempertemukan pemerintah, akademisi, ulama, pengelola pesantren, perbankan syariah, pelaku usaha, industri halal, dan sektor pariwisata untuk membangun kolaborasi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah.

