Dalam rangka memperkuat literasi digital dan mendorong inovasi pembelajaran di era transformasi teknologi, Program Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Bahan Ajar Berbasis Web dan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pengenalan sekaligus penguatan kapasitas, terutama bagi dosen, dan praktisi pendidikan lainnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih interaktif, adaptif, dan mudah diakses.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, bahan ajar tidak lagi terbatas pada buku cetak dan dokumen konvensional. Berbagai materi pembelajaran kini dapat disajikan dalam format digital berbasis web yang dapat diakses melalui komputer, tablet, maupun telepon pintar. Digitalisasi bahan ajar menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Workshop ini disusun dengan pendekatan yang ramah bagi peserta yang belum memiliki pengalaman dalam pemrograman (coding). Peserta akan diperkenalkan secara bertahap pada tiga komponen dasar pengembangan halaman web, yaitu HyperText Markup Language (HTML), Cascading Style Sheets (CSS), dan JavaScript (JS). HTML berfungsi sebagai fondasi untuk menyusun struktur dan isi halaman web, CSS digunakan untuk mengatur tata letak serta tampilan visual agar lebih menarik dan responsif, sedangkan JavaScript memungkinkan penambahan berbagai fitur interaktif yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna dalam proses pembelajaran.
Sebagai sarana praktik, peserta juga akan diperkenalkan dengan Visual Studio Code (VS Code), yaitu salah satu editor kode yang banyak digunakan dalam pengembangan situs web dan aplikasi modern. Dengan antarmuka yang sederhana dan mudah dipahami, VS Code memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan mengelola file HTML, CSS, dan JavaScript secara lebih efisien. Berbagai fitur yang tersedia pada perangkat lunak tersebut menjadikannya sebagai media belajar yang ideal, termasuk bagi peserta yang baru pertama kali mengenal dunia coding.
Menariknya, workshop ini tidak menuntut peserta untuk memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah menghadirkan paradigma baru dalam pengembangan perangkat lunak, di mana proses penulisan kode tidak lagi harus dilakukan secara manual sepenuhnya. Melalui bantuan AI, kode-kode HTML, CSS, dan JavaScript dapat dihasilkan secara otomatis berdasarkan instruksi atau kebutuhan yang diinginkan pengguna.
Dengan demikian, peserta tidak perlu merasa khawatir atau terbebani oleh kompleksitas sintaks pemrograman. Fokus utama pembelajaran bukanlah menghafalkan berbagai perintah dan aturan coding, melainkan memahami fungsi, struktur, serta cara memanfaatkan kode yang dihasilkan oleh AI secara efektif. Dalam konteks ini, AI berperan sebagai asisten digital yang membantu menghasilkan kode, sedangkan pengguna berfokus pada aspek konseptual, kreativitas, dan pengembangan konten pembelajaran.
Pendekatan tersebut menjadikan proses digitalisasi bahan ajar lebih inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. Apa yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang rumit dan hanya dapat dilakukan oleh programmer, kini dapat dipelajari dan diterapkan oleh dosen, guru, peneliti, maupun akademisi yang sama sekali belum memiliki pengalaman dalam pemrograman. Dengan dukungan AI dan perangkat pengembangan yang semakin mudah digunakan, siapa pun dapat mulai membangun bahan ajar berbasis web secara lebih cepat, efektif, dan efisien.
Workshop ini pada dasarnya tidak dimaksudkan untuk mencetak programmer profesional, melainkan untuk membekali para pendidik dengan kemampuan praktis dalam memahami, memanfaatkan, dan mengoptimalkan teknologi web dan kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mentransformasikan bahan ajar dan buku cetak konvensional menjadi media pembelajaran digital yang lebih dinamis, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Program Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi digital dan pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat daya saing pendidikan tinggi Islam dalam menyongsong era Society 5.0. (Mohamad Anton Athoillah)

