Bukittinggi — Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Studi Islam bertema “Nexus Keislaman dan Humaniora” pada 25 Juni 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 2 Pascasarjana UIN Bukittinggi. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Welhendri Azwar, Ph.D., Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, sebagai narasumber utama dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Pascasarjana.
Workshop ini diselenggarakan sebagai forum akademik untuk memperkuat paradigma kajian Islam yang multidisipliner dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Melalui tema yang diusung, peserta diajak melihat bagaimana studi Islam dapat berinteraksi secara konstruktif dengan disiplin ilmu humaniora dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat modern.
Dalam paparannya, Prof. Welhendri Azwar, Ph.D. menegaskan bahwa kajian Islam tidak lagi dapat dipahami hanya melalui pendekatan normatif, tetapi memerlukan perspektif yang lebih luas dengan memanfaatkan pendekatan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Menurutnya, integrasi berbagai disiplin ilmu akan menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual, relevan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan sosial.

Workshop juga membahas perkembangan masa depan Studi Islam (The Future of Islamic Studies), penguatan epistemologi penelitian kajian Islam, serta strategi menemukan ide dan metode riset yang inovatif. Ketiga materi tersebut menjadi bekal penting bagi dosen dan mahasiswa dalam membangun tradisi akademik yang adaptif, kritis, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan. Materi yang disampaikan mengangkat pentingnya pembaruan paradigma penelitian, penguatan metodologi, serta kemampuan menghasilkan riset yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Direktur Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana dalam memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kapasitas riset sivitas akademika.
“Kajian Islam harus terus berkembang seiring perubahan zaman. Melalui workshop ini, kami berharap dosen dan mahasiswa memiliki perspektif yang lebih luas dalam mengembangkan penelitian yang integratif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Islam dan kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Nunu Burhanuddin.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan, diskusi, dan tanya jawab yang membahas berbagai isu aktual dalam pengembangan Studi Islam. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya integrasi keilmuan sebagai fondasi dalam membangun riset Islam yang unggul.
Melalui Workshop Studi Islam ini, Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global, sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik dan riset yang berdaya saing.

