The 3rd ICMIE 2026 Bahas Tantangan dan Peluang Manajemen Pendidikan Islam 5.0

Bukittinggi — Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menyelenggarakan The 3rd International Conference on Management of Islamic Education (ICMIE) 2026 pada Jumat, 26 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Management of Islamic Education 5.0: Challenges and Opportunities”, konferensi internasional ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan transformasi manajemen pendidikan Islam di era Society 5.0.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag., yang menegaskan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam menjawab tantangan pengelolaan pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin dinamis.

Konferensi menghadirkan narasumber internasional dan nasional yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan Islam dan manajemen pendidikan, yaitu Prof. Dr. Hilirah Saputra (Higher Colleges of Technology Abu Dhabi, Uni Emirat Arab), Assoc. Prof. Rini Rahman (Universitas Negeri Padang, Indonesia), Prof. Ibrahim Kurt (University of Leiden, Belanda), Assoc. Prof. Dr. Ashraf M. Zaidan (Scientific Institute for Advanced Training and Studies, Turki), Dr. Hamdi Abdul Karim, M.Pd. (UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi), serta Dr. H. Darul Ilmi, M.Pd. (UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi). Diskusi dipandu oleh M. Aries Taufiq, M.Pd. dari Universitas Bangka Belitung.

Berbagai materi yang disampaikan mengulas tantangan dan peluang pendidikan Islam di era 5.0, mulai dari transformasi kepemimpinan pendidikan, digitalisasi tata kelola lembaga, inovasi pembelajaran, penguatan mutu pendidikan berbasis teknologi, hingga pengembangan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat global. Para narasumber juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi sebagai fondasi dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing internasional.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag. menyampaikan bahwa ICMIE merupakan salah satu agenda akademik internasional yang dirancang untuk memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi antarperguruan tinggi.

“ICMIE menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan hasil penelitian dari berbagai negara. Melalui forum ini, kita dapat membangun jejaring akademik yang lebih luas serta menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang relevan bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam di era Society 5.0,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan Islam saat ini menuntut adanya inovasi dalam tata kelola, pengembangan kurikulum, serta pemanfaatan teknologi digital yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.

Konferensi berlangsung secara interaktif melalui sesi presentasi, diskusi, dan tanya jawab yang diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kerja sama akademik lintas negara dalam bidang manajemen pendidikan Islam.

Melalui penyelenggaraan The 3rd ICMIE 2026, Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.